Ternyata Bukan Kelaparan, Namun Ini yang Sebabkan Kepala Pusing Saat Puasa

Tak dapat dipungkiri bahwa puasa memang terkadang memberikan pengaruh pada tubuh. Salah satunya adalah efek lemas bersama dengan rasa pusing yang dirasakan.

Banyak orang yang menyalah artikan bahwa pusing pada saat puasa adalah pengaruh dari kelaparan karena menahan makan dan minum selama puasa. Akan tetapi, sebenarnya bukan itu penyebabnya. Lantas apakah penyebab rasa pusing yang terjadi selama puasa? Maka mari kita simak informasinya dibawah ini

penyebab-pusing-saat-puasa.jpg

Ternyata Bukan Kelaparan, Namun Ini yang Sebabkan Kepala Pusing Saat Puasa

Tidak makan dan minum dalam waktu tertentu selama puasa memang seringkali membuat tubuh terasa lemas dan mungkin pusing. Akan tetapi, penyebab pusing kepala selama puasa tidak selalu dipengaruhi oleh rasa lapar. Dibawah ini kita akan simak beberapa penyebab kepala pusing selama puasa.

Tekanan Darah yang Menurun

Tekanan darah yang menurun bisa menjadi pemicu dari pusing atau sakit kepala yang terjadi ketika puasa. Tak heran bila ketika kondisi ini terjadi maka kamu akan merasa limbung atau tubuh yang terasa sulit menemukan keseimbangannya.

Puasa memang dapat menyebabkan tekanan darah menjadi menurun. Akan tetapi demikian, hal ini tidak menjadikan puasa sebagai hambatan untuk dijalankan. Karena masalah ini akan tentu dapat anda atasi. Salah satunya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menaikkan tekanan darah agar seimbang.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang akan dapat mengatasi masalah tekanan darah adalah menambah porsi garam, memperbanyak konsumsi air putih, minuman berkafein dan konsumsi makanan dengan kanudngan vitamin B12 yang tinggi seperti daging merah, bayam, makanan laut dan masih banyak lagi.

Dehidrasi Atau Kepanasan

Kurangnya asupan cairan dan terbatasnya waktu makan akan tentu membuat anda sering haus. Apalagi cuaca di bulan puasa selalu identik dengan terik matahari yang begitu panas. Hal inilah yang menjadi tantangan yang cukup berat dalam menjalani ibadah puasa.

Tak heran bila haus dan lapar akan mungkin dirasakan. Akan tetapi demikian, bagaimana sulitnya perasaan lapar dan haus yang dirasakan tentu anda harus menahannya sampai waktu berbuka tiba nanti.

Hanya saja, penting diperhatikan dengan baik bahwa selama puasa kebutuhan cairan perlu dipenuhi dengan baik. Sebab kekurangan pasokan cairan didalam tubuh bukan hanya akan membuat anda mudah merasa haus. Namun hal ini pun akan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi.

Adapun dampak dari dehidrasi akan mungkin menyebabkan rasa lemas dan tidak berdaya. Selain itu, dalam kondisi terburuk hal ini akan dapat menyebabkan diare. Maka dari itu, penting untuk senantiasa memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Adapun sejumlah cairan yang dianjurkan adalah sekitar 1.5 sampai dengan 2 liter setiap harinya.

Jumlah ini akan dapat anda bagi pada dua jadwal makan anda yakni pada saat berbuka dan pada saat sahur. Sebisa mungkin penuhi kebutuhan tersebut dengan minum air secara berkala agar tubuh tetap bugar dan pusing tidak lagi anda rasakan.

Kadar Gula dalam Tubuh Rendah

Bukan hanya menahan haus, puasa pun mewajibkan kita untuk menahan lapar. Kondisi inilah yang bisa memicu kekurangan glukosa didalam tubuh sebagai pasokan energi.

Glukosa adalah energi utama yang digunakan tubuh guna melakukan semua fungsi normalnya. Kekurangan glukosa didalam tubuh akan dapat membuat otak kekurangan energi guna melakukan fungsi utamanya. Itulah mengapa, kondisi ini akan mungkin membuat anda lemas.

Adapun kekurangan glukosa didalam tubuh seringkali dipicu karena kurangnya mengkonsumsi makanan dan minuman pada saat buka atau sahur. Maka dari itu penting sekali untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat dan minuman yang bergizi selama puasa.

Selain itu, asupan karbohidrat menjadi nutrisi penting untuk anda perhatikan dengan baik. Karbohidrat adalah nutrisi penting sebagai sumber energi. Maka dari itu, penuhi kebutuhan karbohidrat dengan baik. Tak melulu harus nasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, anda bisa mencukupi kebutuhan ini dengan konsumsi roti gandum, sayuran dan masih banyak lagi.

Kelelahan

Pemicu kondisi pusing selanjutnya yang mungkin terjadi adalah kelelahan. Meskipun berpuasa akan tetapi aktivitas dan kegiatan sehari-hari tentu tetap dilaksanakan. Apalagi untuk anda para pekerja atau ibu rumah tangga yang tetap menjalani aktivitas padat selama puasa. Perut yang kosong dan kurangnya asupan cairan akan mungkin membuat aktivitas dan rutinitas yang dijalani mudah terasa melelahkan.

Untuknya, penting sekali untuk mengurangi aktivitas selama bulan Ramadhan dan utamakan aktivitas yang diperlukan. Jangan buang sia-sia tenaga anda untuk hal-hal yang tidak perlu. Istirahat yang cukup adalah hal penting yang perlu untuk anda perhatikan dengan baik. Hal ini tentu saja bertujuan untuk memberikan kenyamanan selama menjalani ibadah puasa.

Anemia

Berbeda dengan tekanan darah rendah, anemia adalah sebuah ketika seseorang tidak memiliki sejumlah sel darah merah yang sehat guna membawa oksigen yang cukup kedalam organ dan jaringan didalam tubuhnya.

Sementara tekanan darah yang rendah adalah kondisi dimana tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg. Anemia menjadi kondisi yang mudah dijumpai pada saat puasa. Anemia bisa dipicu karena kurang zat besi didalam tubuh.

Meski demikian, bukan berarti kondisi ini membuat puasa menjadi kendala. Anda akan dapat mengatasi masalah anemia pada saat puasa dengan senantiasa memperhatikan asupan makanan sehat ketika berbuka dan sahur. Adapun beberapa jenis makanan yang kaya akan kandungan zat besi diantaranya adalah ati ayam, bayam dan masih banyak lagi.

Gangguan Sinus

Masalah lain yang akan dapat menyebabkan pusing selama puasa bisa jadi disebabkan oleh gangguan sinus. Bila anda sedang flu atau pilek kemudian merasakan pening kepala maka mungkin hal ini akan disebabkan oleh sinus yang tanpa anda sadari terjadi.

Gangguan sinus memang mampu mengganggu keseimbangan tubuh dan terkadang membuat pusing dan pening mudah terjadi. Adapun gejala sinus bisa dirasakan ketika anda menundukkan kepala dan mengangkat kepala kemudian terasa pening.

Atau mungkin adanya bau tidak sedap ketika menarik napas. Kemudian sumbatan pada hidung yang tak kunjung menghilang maka mungkin ini adalah indikasi penyakit sinus. Periksakan ke dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Pemeriksaan yang lebih dini memungkinkan tindakan dapat diberikan dengan lebih cepat.

Demikianlah beberapa informasi mengenai penyebab pusing selama puasa yang mungkin terjadi. Pusing bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan, mengetahui dengan pasti penyebabnya memungkinkan penanganan akan dapat diberikan dengan lebih cepat. Dengan demikian, hal ini bisa mencegah kemungkinan buruk terjadi dengan kondisi anda.

Selain itu, masalah pusing yang teratasi dengan cepat tentunya membuat ibadah puasa yang dijalankan akan terasa nyaman sehingga aktivitas akan bisa berjalan dengan lancar. 

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)