Perayaan Idul Adha atau Idul Qurban selalu identik dengan hidangan utama daging. Baik itu daging kambing maupun daging sapi setiap rumah pasti akan menyajikan hidangan dari olahan yang sama. Baik itu dimasak dengan cara disate, digulai, ditumis dan lain sebagainya.

Suasana akan semakin semarak ketika momen menyantap daging kurban dilakukan secara beramai-ramai bersama dengan keluarga besar. Biasanya tanpa sadar hidangan sate yang tersaji di meja tinggal beberapa tusuk lagi dan yang kita habiskan tentunya ada dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga:

Tahukah anda bahwa konsumsi terlalu banyak terhadap daging kambing digadang-gadang punya risiko keluhan kesehatan yang besar? Terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit kolesterol maka biasanya konsumsi berlebihan terhadap daging kambing akan dapat memicu kadar kolesterol naik di dalam tubuh. Namun disisi lain terkadang godaan harum asap sate kambing seringkali sulit dihindari.

Nah, untuk membantu anda tetap sehat meski konsumsi banyak daging kambing. Maka tak perlu khawatir di bawah ini mari kita simak informasi tips mensiasati konsumsi daging kambing selama Idul Adha.

 

makan-daging.jpg

Lakukan Pengecekan Kesehatan Terlebih dahulu

Beberapa saat menjelang Idul Adha tidak ada salahnya melakukan pengecekan kesehatan ke dokter. Hal ini akan penting dilakukan agar anda tahu secara pasti bagaimana kondisi ini. Dimana hal ini akan menjadi antisipasi bila anda makan dalam jumlah berlebihan setelah mengetahui jika kondisi anda tidak memungkinkan. Sementara itu, hanya karena kondisi anda baik-baik saja tak berarti hal tersebut pun membuat anda tak punya batasan dalam mengkonsumsi daging kambing.

Karena bisa mungkin dari kondisi yang baik-baik saja inilah memicu keluhan yang kambuh dan menjadi lebih buruk. Tetap kontrol dan jaga agar konsumsi terhadap daging kambing dan makanan dengan kandungan lemak yang terlalu banyak. Terutama bagi anda yang mengidap kolesterol sebab hal ini bisa mungkin membuatnya menjadi lebih buruk.

Konsultasikan pula bersama dengan dokter apakah tahun ini anda bisa mengkonsumsi daging kambing dalam takaran yang lebih banyak atau tidak. Hal ini akan menjadi patokan penting bagi anda untuk membatasi diri agar konsumsi daging kambing tetap dalam porsi yang cukup dan tidak berlebihan.

Hindari Konsumsi Jeroan dan Bagian Tertentu

Menikmati daging kambing bersama dengan oseng jeroan memang menjadi hidangan yang nikmat apalagi bila disantap bersama dengan nasi hangat dan acar segar yang pedas. Sudah pasti hal ini akan menjadi menu makan siang paling sedap di Idul Adha tahun ini. Akan tetapi, bagi anda yang sedang dalam perawatan terhadap beberapa penyakit seperti kolesterol dan penyakit berbahaya lainnya. Sebaiknya hindari mengkonsumsi jeroan dan bagian tertentu.

Para ahli menyebutkan bahwa jeroan kambing dan sapi meski memiliki rasa gurih yang sedap namun sebenarnya bagian tersebut tidaklah sehat untuk tubuh. Sebab dalam keadaan terburuk hal tersebut akan dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah.

Jadi demikian, hindari memilih bagian tersebut seperti paru, babat, limpa, torpedo dan lain sebagainya. Cukup pilih daging kambing dengan kandungan lemak yang tidak terlalu banyak sehingga anda akan lebih aman menikmati hidangan tersebut tanpa khawatir kesehatan anda akan terancam.

Pahami Tehnik Olahan

Mengenali dan memahami tehnik olahan daing kambing dan daging sapi pada saat Idul Adha akan membantu anda menurunkan risiko terhadap penyakit saat menikmati daging tersebut dalam porsi yang lebih banyak. Beberapa tehnik memasak untuk daging merah seperti digoreng dan dibakar umumnya cenderung kurang sehat. Hal tersebut dikarenakan tehnik memasak ini akan mampu menghasilkan heterocylic amines pada daging. Dimana hal ini diyakini oleh dunia kesehatan sebagai pemicu kanker pada manusia.

Selain itu, hindari pula mengolah daging dengan menambahkan santan atau garam dalam jumlah yang terlalu banyak. Hal ini dikarenakan proses olahan seperti ini malah akan semakin menambah kandungan lemak yang ada pada daging. Selain itu, kandungan garam yang terlalu tinggi akan dapat memicu risiko terhadap penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan juga kolesterol yang tinggi.

Jadi demikian hindari mengolah daging dengan dimasak gulai, di sate dan lain sebagainya. Kontrol pula penggunaan garam di dalamnya agar anda tidak terkena dengan masalah kesehatan yang jauh lebih bahaya.

Jangan Asal Makan Kambing dengan Dalih Tensi Rendah

Bagi sebagian orang yang menganut paham tensi rendah diobati dengan daging kambing maka mereka akan dengan mudah menjadikan daging kambing sebagai sasaran untuk memanjakan lidah mereka dengan hidangan ini sepuasnya. Padahal tidak selamanya demikian dan tidak pula makan kambing sesuka hati akan dapat mengembalikan tekanan darah menjadi normal.

Hal ini dikarenakan tensi rendah bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti halnya kurang minum, adanya pendarahan sampai dengan dehidrasi. Oleh karenanya penting sekali mengenali terlebih dahulu penyebab dari kondisi tekanan darah yang rendah.

Sebaliknya, sembarangan mengkonsumsi daging kambing apalagi dalam jumlah yang berlebihan malah bisa berdampak fatal. Diantaranya adalah timbulnya sembelit, memicu asam lambung dan lain sebagainya. Kondisi tersebut belum termasuk ke dalam keluhan jangka panjang seperti peningkatan kolesterol dalam darah yang akan sangat berbahaya.

Rutin Berolahraga

Terkadang sering timbul perasaan bersalah setelah mengkonsumsi hidangan daging pada saat idul Adha. Ketakutan bila hal ini membuat berat badan semakin naik biasanya memicu kekhawatiran yang besar pada sebagian orang, terutama para wanita dan remaja. Namun apa mau dikata makanan yang sudah masuk ke dalam mulut tidak mungkin dimuntahkan kembali.

Meski demikian, bukan berarti ancaman kenaikan berat badan tidak bisa diatasi dengan baik. Dengan rajin berolahraga maka seluruh lemak dan kandungan yang mampu memicu kenaikan berat badan akan dapat dibakar lewat pergerakan yang aktif. Untuknya, pastikan anda menjaga jadwal olahraga anda dengan baik setelah Idul Adha.

Luangkan waktu setidaknya 3 kali dalam satu minggu untuk melakukan olahraga yang aktif. Tak perlu melulu pergi ke Gym atau ke pusat kebugaran. Anda bisa melakukannya di rumah dengan mudah dan sederhana. Diantaranya adalah berlari pagi keliling komplek, bersepeda di sore hari atau mungkin membersihkan rumah secara rutin sehingga keringat akan lebih banyak diproduksi oleh tubuh.

Jangan Tidur Selepas Makan

Sudah bukan rahasia lagi jika setelah makan besar yang mengenyangkan biasanya rasa kantuk akan mudah datang dan mata pun menjadi terasa berat. Tidur yang nyenyak akan tentu terdengar sangat menggoda namun bila anda turuti hal ini akan tentu memicu permasalahan yang lebih besar. Penumpukan kolesterol dan zat berbahaya di dalam tubuh akan dapat mengancam keselamatan dan kesehatan anda.

Loading...

Loading...