Kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting yang harus senantiasa dirawat sejak anak-anak masih usia dini. Apalagi dalam tahapan yang masih sangat kecil anak-anak dan balita biasanya senang sekali menyantap makanan yang manis. Mulai dari permen, cokelat, ice cream dan masih banyak lagi. Padahal terlalu banyak mengkonsumsi makanan seperti itu akan membuat keluhan pada gigi mudah terjadi. Akibatnya gigi mengalami kerusakan dan parahnya kerusakan pada gigi seringkali tidak disadari.

Tahu-tahu, gigi si kecil sudah berlubang atau si kecil yang meringis kesakitan menahan sakit gigi yang tak tertahankan. Jadi demikian mom, bantu si kecil membiasakan diri menjaga kesehatan gigi dan mulutnya mulai dari sekarang.

Baca Juga:

Karena kita sendiri paham biasanya sangat sulit menerapkan sesuatu yang baik menjadi sebuah kebiasaan. Kebanyakan dari kita saja orang dewasa seringkali melewatkan menyikat gigi di malam hari sebelum beranjak tidur. Padahal ada banyak kuman dan bakteri yang menumpuk pada gigi yang mana apabila tidak segera dibersihkan dengan merata tumpukan kotoran dan bakteri tersebut akan berubah menjadi plak gigi.

Adapun beberapa tips ajarkan anak rawat kesehatan gigi dan mulut sejak dini dapat anda simak di bawah ini. Seperti apa saja informasinya? Mari simak di bawah ini hanya untuk anda.

tips-ajarkan-anak-rawat-kesehatan-gigi-dan-mulut.jpg

Tips Ajarkan Anak Rawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Berdasarkan sebuah survey mengenai kesehatan gigi, rata-rata orang Indonesia kerusakan 4 sampai dengan 5 gigi per orangnya. Survey ini menunjukan jika ancaman terhadap kesehatan gigi dan mulut cukup besar. Jangan sampai hal serupa diwariskan pada buah hati kita. Untuknya, penting sekali mengajarkan tips merawat kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Seperti apa saja informasinya? Mari simak di bawah ini.

Jadilah Contoh

Menerapkan sesuatu kepada anak-anak apalagi sesuatu yang baik tentunya tidak bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan memerintah anak melakukan hal tersebut. Bagaimanapun sebagai orangtua yang baik kita perlu menjadi contoh sehingga anak-anak akan secara otomatis mengikuti apa yang telah kita terapkan dalam kehidupan kita.

Apalagi pada dasarnya, anak-anak adalah para peniru yang ulung. Alih-alih menuruti perkataan orangtua, biasanya mereka akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Jadi demikian, manfaatkan usia dini anak-anak untuk menjadi teladan yang baik bagi mereka. Apalagi perkara menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah hal penting yang akan menjadi aset di masa depan.

Dari gigi dan mulut yang sehat maka masalah akan dapat dihindarkan. Anak anda mungkin belum merasakan manfaat yang terlalu signifikan apalagi pada usia yang masih begitu dini anak masih punya gigi susu yang akan copot sewaktu-waktu. Akan tetapi, kebiasaan yang anda tanamkan inilah yang akan terus mereka bawa sampai besar sehingga kesehatan gigi dan mulut si kecil senantiasa terjaga dengan baik.

Oleh karenanya, biasakan menyikat gigi sebanyak 2 kali sehari dan 1 kali sebelum menjelang tidur. Setelah makan makanan besar pun menyikat gigi menjadi hal yang baik dilakukan untuk mencegah makanan sisa yang menempel pada sela gigi. Anak-anak akan semakin penasaran dengan kegiatan anda yang sering menyikat gigi yang mana perlahan mereka pun akan tertarik untuk melakukannya.

Bangun Rasa Penasaran Pada Diri Anak

Anak-anak terkadang bisa sangat antusias dengan rasa penasaran mereka. Mereka cenderung senang melakukan sesuatu dengan sebuah alasan. Termasuk dengan menyikat gigi yang mungkin selama ini ia tidak tertarik sebab ia sendiri belum mengerti alasan dibalik mengapa ia harus membersihkan giginya dengan rutin.

Bangunlah rasa penasaran pada diri anda dengan bertanya "kaka tahu tidak kenapa kita harus rajin sikat gigi?" atau mungkin dengan cerita-cerita yang menarik yang mudah mereka mengerti sehingga mereka tertarik untuk membersihkan gigi mereka secara rutin misalkan: "Kaka tahu tidak kalau kita tidak rajin menyikat gigi ada banyak kuman dan bakteri menyeramkan yang akan merusak gigi kita" dan lain sebagainya.

Ketika anak mulai tertarik biasanya akan semakin mudah untuk mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh orangtuanya. Jadi demikian, pastikan dengan baik agar anda senantiasa membangun rasa penasaran pada diri anak sehingga si kecil lebih tertarik menjaga dan merawat kesehatan gigi mereka dengan baik.

Membiasakan Anak Minum Air Putih Setelah Minum Susu

Hal lain yang bisa anda lakukan untuk membiasakan si kecil agar mau menjaga kesehatan gigi dan mulutnya bisa diawali dengan hal-hal kecil. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi air putih setelah minum susu. Hal ini dikarenakan anak-anak  yang sudah berusia 6 bulan sebaiknya mulai dibiasakan mengkonsumsi air putih setelah minum susu, khususnya susu formula. Sebab sisa susu dapat menjadi zat pembentuk lubang yang ada pada gigi.

Namun mom, tahukah anda? Bahwa pola minum susu dengan menggunakan botol sebelum tidur pun menjadi salah satu penyebab gigi berlubang lho. Hal ini terjadi sebab ketika tidur mulut dan gigi terendam dengan susu yang mengandung gula.

Kandungan gula inilah yang akan berubah menjadi asam dan asam inilah yang menyebabkan tumbuhnya bakteri yang kemungkinan mudah sekali merusak gigi secara menyeluruh. Bahkan lebih parahnya lagi, efek dari kebiasaan ini akan dapat menyebabkan gigi berubah menjadi kehitaman bahkan dampaknya bisa sampai ke bagian seluruh gigi anak yang disebut juga dengan kondisi nursing bottle syndrome.

Penampakan seperti ini tentu tidaklah menyenangkan anak-anak dengan gigi yang hitam bisa jadi bahan bulan-bulanan teman-temannya. Untuk itu, jangan biasakan memberikan susu dalam botol saat si kecil hendak tertidur. Bila memang si kecil sudah lebih besar anda bisa menyajikan susu dalam gelas dan minta si kecil habiskan sebelum ia terlelap di malam hari. Setelahnya jangan lupa minum air putih untuk membersihkan sisa gula yang tersisa dari susu.

Hindarkan Kebiasaan Menghisap Jari Pada Anak

Salah satu kebiasaan buruk yang sering dijumpai pada anak-anak adalah kebiasaan menghisap jari atau tangannya. Kebiasaan ini bahkan sebagian ada yang sudah terjadi semenjak ia masih bayi atau bahkan beberapa anak mengembangkan kebiasaan ini saat dilepaskan menyusu dan lain sebagainya. Namun tahukah anda untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak kebiasaan semacam ini harus dihindarkan dengan baik.

Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan kebiasaan menghisap jari dapat menyebabkan maloklusi atau sebuah keadaan menyimpang dari posisi gigi yang normal. Salah satunya adalah openbite atau tidak adanya kontak gigi seri rahang atas dengan rahang di bagian bawah.

Nah, untuknya penting sekali untuk mom menghindarkan kebiasaan ini pada si kecil. Adapun beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menghindari kebiasaan yang satu ini pada si buah hati adalah dengan menyelipkan kasa pada bagian jari yang sering dihisap. Atau mungkin memberikan perasa pahit dari bahan-bahan alami seperti pare atau brotowali sehingga si kecil enggan menghisap bagian jarinya lagi.

Pilih Sikat Gigi yang Tepat

Selama ini alasan mengapa anak seringkali menolak saat diminta menyikat giginya mungkin dikarenakan sikat gigi yang mereka gunakan tidaklah nyaman. Sebagian anak akan merasa hal tersebut adalah sebuah kegiatan yang menyebalkan sehingga dampaknya mereka akan menolak mentah-mentah ketika diminta membersihkan mulut dan giginya. Nah, oleh karenanya itu jangan sepelekan pemilihan sikat gigi yang sesuai untuk anak-anak.

Jangan tergoda dengan sikat gigi berharga murah namun datang dengan kualitas yang murahan. Selain mudah rusak dan tidak tahan lama, hal ini mungkin membuat si kecil merasa tidak nyaman karena sikat gigi yang terlalu tipis, tidak lembut atau mungkin menyakitkan gusi dan mulut mereka. Untuk itu, perhatikan dengan baik pemilihan sikat gigi yang akan anda berikan untuk buah hati anda.

Pilihlah sikat gigi dengan ujung bulat dan memiliki sikat yang lembut. Jenis sikat gigi ini akan membantu menghilangkan plak yang ada pada gigi anak. Selain itu, sikat gigi jenis ini pun akan membantu menghilangkan partikel makanan dari gigi tanpa merusak lapisan terluar gigi pada anak.

Lebih dari itu, pastikan jika anda senantiasa memilih sikat gigi yang sesuai untuk anak. Pastikan pula sikat gigi si kecil diganti setiap 3 bulan sekali untuk memastikan agar sikat yang mereka gunakan masih layak dan berfungsi dengan sangat baik membersihkan gigi dan mulut si kecil.

Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi Si Kecil

Selain perawatan gigi dan mulut, jenis makanan yang dikonsumsi si buah hati pun menjadi hal penting yang harus anda perhatikan dengan baik. Sebab kedua hal ini akan berkaitan dalam menentukan kesehatan gigi dan mulut si kecil dengan baik. Makanan dan minuman yang dikonsumsi anak akan pula secara langsung menentukan kesehatan mulut dan giginya.

Makanan dengan kandungan gula dan pemanis buatan yang banyak adalah sumber bakteri yang akan membuat kerusakan pada gigi anak mudah terjadi. Selain itu, makanan dengan zat tepung yang tinggi yang sering dimakan oleh si kecil akan pula menjadi penyebab gigi berlubang yang paling umum.

Untuk itu, mulai saat ini pastikan batasi dan perhatikan jenis makanan yang diasup anak ke dalam tubuhnya. Hindari mengkonsumsi permen dan cokelat dan jumlah yang berlebihan. Minuman ringan bersoda pun biasanya memiliki kandungan yang sebagian besarnya adalah gula.

Lakukan Pemeriksaan ke Dokter Gigi

Cara selanjutnya yang penting dilakukan dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut yang penting dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali. Cara ini adalah hal penting untuk memastikan ada atau tidaknya keluhan yang terjadi pada gigi si kecil. Bila memang ditemukan masalah gigi dan mulut nantinya dokter akan menyarankan tindakan lanjutkan untuk mengatasi masalah tersebut sebelum berkembang menjadi lebih buruk.

Hal ini tentu menjadi hal penting yang harus senantiasa diperhatikan oleh para orangtua. Sebab kesehatan gigi dan mulut adalah aset penting yang harus senantiasa dijaga. Maka dari itu, pastikan pemeriksaan ke dokter gigi selalu dilakukan dengan rutin untuk menghindari masalah serius yang terjadi pada gigi si kecil.

Hindari Kebiasaan Mencongkel Gigi

Anak-anak yang seringkali menyaksikan orang dewasa mencongkel gigi mereka saat merasa ada sesuatu yang terselip akan cenderung meniru apa yang dilakukan. Namun tahukah anda? Mencongkel gigi adalah kebiasaan buruk yang justru akan dapat memicu permasalahan pada gigi dan mulut anda. Maka dari itu, sebaiknya jangan biasakan melakukan kegiatan ini terutama dihadapan anak-anak.

Pada saat mencongkel atau mengorek gigi kita tidak bisa memastikan apakah media yang digunakan sudah bersih dan higiensi. Selain itu, ketika mencongkel gigi anda akan berisiko melukai bagian gusi anda. Sebab media pencongkel atau pengorek yang tajam bisa saja meleset dan menusuk bagian gusi. Gusi kemudian berdarah dan bakteri serta kuman yang ada di mulut anda akan dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh anda lewat gusi yang terluka.

Untuknya, perhatikan dengan baik agar anda tidak senantiasa mempraktikan ini dan membuat si kecil menganggap bahwa hal tersebut adalah hal yang boleh dilakukan. Karena ingat kembali bahwa anak-anak sejatinya adalah para peniru yang ulung dimana mereka akan senantiasa melakukan apa yang mereka lihat dari orang dewasa di sekitar mereka.

Menggosok Gigi Sebelum Tidur

Sebelum tidur adalah waktu terbaik dan paling tepat untuk membersihkan gigi dengan merata. Apalagi anda yang punya kebiasaan makan malam di jam-jam sebelum tidur maka kegiatan ini patut anda contohkan pada si kecil.

Karena bukan tidak mungkin sisa makanan yang tersangkut pada celah gigi akan sulit dibersihkan hanya dengan berkumur saja. Oleh karenanya, sisakanlah waktu beberapa saat untuk kemudian bersihkan gigi anda dengan merata menggunakan sikat dan pasta gigi.

Ajak juga si kecil untuk pergi ke kamar mandi bersama dengan anda. Minta mereka mengambil sikat gigi mereka dan sediakan air berkumur di gelas yang lucu dimana anak-anak akan lebih senang melakukannya saat apa yang mereka gunakan adalah sesuatu yang menarik.

Membiasakan Mengunyah Makanan dengan Baik

Anak-anak punya kebiasaan sulit mengunyah makanan mereka dengan baik. Ada banyaknya distraksi yang membuat perhatian anak teralihkan seringkali membuat makanan macet di dalam mulut dan enggan dikunyah sambil membagi focus mereka dengan apa yang mereka saksikan. Kebiasaan inilah yang seringkali membuat masalah pada gigi dan mulut mudah terjadi.

Makanan pada akhirnya terperangkap di dalam mulut dan sela-sela gigi yang kemudian apabila kondisi ini tidak segera ditangani dengan baik maka dampaknya sisa makanan tersebut akan menjadi sumber makanan bagi bakteri dan berdampak merusak gigi anda. Kehadiran plak akan tentu membuat gigi si kecil menjadi kurang menarik.

Tumpukan plak dan bakteri yang tidak segera dibersihkan akan perlahan mengikis bagian lapisan luar gigi hal inilah yang akan membuat gigi berlubang semakin mudah terjadi. Untuknya, bila anda tidak ingin hal ini terjadi maka biasakan anak untuk mengunyah makanan mereka dengan baik dan hindari kebiasaan menyimpan makanan dalam mulut dalam waktu yang lama.

Loading...

Loading...