Tips Bijak Atasi Perpisahan dengan Pasangan

Dalam kehidupan berumah tangga, tentunya pasangan suami istri tidak akan melulu merasakan indahnya membangun bahtera rumah tangga. Terkadang permasalahan dan konflik akan mungkin dihadapi. Dimana kondisi ini biasanya akan dapat menuntun anda pada pertengkaran yang hebat.

Namun demikian, tentunya dari setiap permasalahan akan tentu ada solusinya. Yang terpenting adalah hindari mengambil keputusan ketika amarah anda memuncak. Sebab keputusan semacam ini akan mungkin menuntun anda pada kerugian yang besar.

Upayakan untuk bisa  menyampaikan dengan baik uneg-uneg dan semua perasaan anda terhadap pasangan. Jangan pernah memendamnya menjadi sebuah rahasia yang dikemudian hari perasaan ini bisa mungkin menjadi bom waktu. Yang membuat perpisahan dianggap sebagai solusi terbaik dalam hubungan anda bersama dengan pasangan.

Perpisahan tentu menjadi sebuah kondisi yang paling menyakitkan dalam sebuah hubungan. Bagaimana tidak, kisah cinta dan bahtera rumah tangga yang telah anda bangun selama ini pada akhirnya harus kandas dan usai.

Namun demikian, ketika hal ini sudah terlanjur terjadi. Satu-satunya cara adalah anda harus tetap melanjutkan kehidupan anda. Berusaha untuk dapat berdiri tegak setelah terjatuh mungkin susah. Namun kami bantu anda untuk bisa mengatasi pedihnya perpisahan dengan pasangan dibawah ini.

tips-bijak-atasi-perpisahan-dengan-pasangan.jpg

Tips Bijak Atasi Perpisahan dengan Pasangan

Dibawah ini adalah beberapa tips bijak atasi perpisahan yang menyedihkan dan mungkin meninggalkan sepi yang mendalam untuk anda dan pasangan. Untuk itu, mari simak informasi menariknya dibawah ini.

Menerima dengan Lapang Dada

Perpisahan atau perceraian dengan pasangan mungkin menjadi hal yang paling menyakitkan untuk anda dan pasangan. Hanya saja, sebelum memutuskan untuk berpisah tentunya anda dan pasangan sudah terlebih dahulu sepakat untuk menjadikan perpisahan ini sebagai jalan keluar.

Nah, guna menghindari penyesalan ketika bercerai. Maka penting sekali untuk mempertimbangkan keputusan besar ini dengan baik. Karena bagaimanapun sebuah perpisahan didalam hubungan rumah tangga akan cukup fatal akibatnya.

Sementara itu, bila anda memang sudah bulat mengambil keputusan untuk berpisah dengan pasangan. Ini berarti anda harus siap menerima dengan lapang dada apapun keputusan dan imbas dari sebuah perceraian terhadap kehidupan anda saat ini.

Untuknya, cobalah pahami diri anda dan ambil sudut pandang pasangan dari cara anda memandang sebuah hubungan. Bersikaplah dengan bijak dan pikirkan kembali bahwa keputusan tersebut adalah keputusan bersama yang harus dihormati dengan baik.

Ingatkan pula kepada diri anda untuk bisa menerimanya dengan lapang dada. Pada tahapan awal hal ini mungkin sulit, untuknya lakukan dengan perlahan dan pelan-pelan.

Berupaya Untuk Tetap Berkomunikasi dengan Baik

Memang benar bahwa setelah berpisah denagn pasangan, selalu ada ganjalan yang besar berupa kekecewaan dan kekesalan. Hingga mungkin kondisi ini pada akhirnya membuat anda enggan untuk bisa berkomunikasi dengan pasangan lagi.

Namun ingat, dalam hubungan rumah tangga yang retak apalagi untuk anda yang sudah memiliki anak. Ada pihak lain yang penting untuk anda perhatikan dan berikan perhatian anda. Anda mungkin kesal dengan suami atau mantan istri anda setelah bercerai.

Namun lain lagi halnya ketika anda sudah punya anak. Bagaimanapun tidak ada yang namanya mantan anak. Jadi demikian, redam semua ego anda dan upayakan untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik dengan pasangan. Hal ini semata dilakukan hanya untuk buah hati anda.

Upayakan Untuk Memahami Sebabnya

Sulit untuk diri kita bisa menerima sebuah kenyataan pahit tanpa paham apa sebab dan pemicunya. Begitupun yang terjadi dengan perceraian dalam sebuah hubungan suami istri.

Bila anda mengetahui dengan persis sebab dari berakhirnya hubungan anda bersama dengan pasangan. Ini artinya tidak ada masalah yang disimpan didalam hati. Karena semuanya sudah dikemukakan sebelum anda dan pasangan memutuskan untuk berpisah. Hal ini pun akan membuat anda lebih mudah mengatasi dampak dari perceraian tersebut.

Hanya saja, lain lagi kasusnya dengan anda yang memutuskan hubungan tanpa paham dengan baik apa sebenarnya akar permasalahan dari perpisahan tersebut. Atau mungkin pada saat sebelum berpisah masih ada banyak hal yang tidak anda ungkapkan terhadap pasangan.

Hal semacam ini akan mungkin membuat anda memendam kesal dan dendam terhadap pasangan. Yang mana mungkin juga hal ini bisa memicu sulitnya anda untuk bisa melanjutkan kehidupan anda.

Nah, dengan demikian, masalah semacam ini akan dapat menjadi pelajaran baik supaya tidak terulang atau dilakukan dalam sebuah hubungan.

Hentikan Menyalahkan Diri Anda

Terkadang sebagian orang setelah berpisah dengan pasangan bertanya-tanya apa yang salah dengan diri anda. Dan apa yang membuat pasangan melakukan kesalahan sedemikian fatal ketika anda berusaha terbaik untuk menjaga hubungan tersebut agar utuh.

Namun, kembali lagi yang terjadi sudahlah terjadi. Perpisahan anda dengan pasangan tidak akan berubah hanya karena anda terus menerus menyalahkan diri anda. Hal ini bahkan tidak ada gunanya dan hanya membuat anda membuang-buang waktu.

Ada lebih banyak kegiatan lain yang lebih berguna seperti melanjutkan kehidupan anda. Dan memperbaiki diri untuk menjadi orangtua tunggal bagi anak-anak anda. Untuk itu, daripada pusing memikirkan masalah ini, lebih baik mulailah menata masa depan yang lebih baik.

Jangan Mengurung Diri

Perpisahan dengan pasangan bisa mungkin menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kehidupan anda. Termasuk dengan kesehatan mental dan jiwa anda. Anda mungkin terlihat baik-baik saja ketika diluar atau dihadapan orang lain. Hanya saja, tidak dipungkiri bahwa berdiam diri didalam rumah atau mendapatkan banyak waktu sendirian usai sebuah masalah besar menimpa anda.

Maka secara otomatis kondisi ini akan mungkin membuat anda terus menerus stres memikirkan hal tersebut. Jadi demikian, hindari mengurung diri di rumah dan sebaliknya lakukanlah kegiatan lain yang akan dapat mengalihkan perhatian anda.

Bila anda malu untuk mencurahkan isi hati pada kedua orangtua anda. Anda bisa menemui teman-teman anda yang bisa dipercaya. Luapkan semua kesedihan anda pada mereka dan lupakan perasaan bersalah anda.

Pada intinya, buat kegiatan ini semenyenangkan mungkin. Seperti misalkan anda bisa memanfaatkannya untuk mengobrol, arisan dan masih banyak lagi. Atau mungkin membawa serta si buah hati bermain dengan anak teman anda.

Bersikap Praktis

Kami memahami bahwa dampak dari sebuah perpisahan akan mungkin cukup meninggalkan pengaruh yang besar. Apalagi jika sebelumnya timbul masalah yang besar sebelum pada akhirnya anda dan pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungan perkawinan anda berdua.

Akan tetapi, tidak seyoganya hal ini membuat anda mencampur adukan semua perasaan emosional anda dengan hal-hal praktis lainnya. Karena dampaknya akan cukup merepotkan. Hal ini bisa mungkin mempengaruhi fokus anda pada hal lainnya.

Misalkan ketika anda membawa kesedihan usai perceraian ke tempat kerja. Maka mungkin pekerjaan anda akan cenderung sulit selesai. Selain itu, anda pun akan sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan baik. Untuknya, maka bersikaplah dengan praktis dan profesional dan perhatikan untuk tidak mencampur adukan semua perasaan dengan hal-hal lainnya.

Lakukan dengan Perlahan

Menjalani bahtera rumah tangga dengan pasangan selama bertahun-tahun mungkin membuat anda terbiasa melakukan banyak hal bersamanya. Apalagi yang namanya mantan pasangan hidup mungkin di rumah semua barang-barang dan aksesoris miliknya selalu terpampang dengan jelas didalam rumah anda.

Hal ini pun membuat anda dan mantan pasangan terbiasa untuk melakukan rutinitas bersama. Hanya saja, pada saat perceraian dan anda mendapati barang-barang pasangan masih terpampang didalam rumah. Maka hindari melakukan perubahan yang signifikan dengan membuang semua peralatan dan bersikap berlebihan.

Bagaimanapun hal semacam ini adalah pengaruh dari rasa kesal dan marah anda terhadap pasangan. Bila anda bersikap demikian, maka ini sama artinya dengan anda tidak bisa memaafkan diri anda dan melepaskan pasangan dengan ikhlas.

Hal ini akan pula membuat anda sulit untuk melanjutkan kehidupan anda dengan mudah. Untuknya, jangan ubah dengan terlalu signifikan dan lakukan dengan perlahan serta berhati-hati.

Berikan Waktu Untuk Diri Anda Sendiri

Terkadang besar pengaruhnya dari sebuah perpisahan terhadap diri dan jiwa kita. Tanpa kita sadari mungkin kita akan dengan mudah menyalahkan diri kita dan menganggap diri kita tidak cukup sempurna untuk pasangan. Hal inilah yang mungkin membuat anda sulit untuk bisa memaafkan diri anda dan mencari solusi untuk melanjutkan diri anda.

Nah, menanggapi kondisi semacam ini maka anda perlu waktu sendiri untuk diri anda. Tak salah bila anda mengambil beberapa waktu untuk menenangkan diri anda. Mengevaluasi semua kesalahan yang mungkin anda lakukan. Dan memahami pasangan dari sudut pandangnya.

Perlahan hal ini akan dapat menyirnakan kekesalan anda terhadap pasangan. Hal ini pun harus mampu membuat anda memaafkan diri anda bahwa pasangan mungkin bukanlah jodoh sejati yang Tuhan berikan dalam kehidupan anda.

Saling Memaafkan

Rasa kesal dan marah terhadap pasangan atas perpisahan yang terjadi didalam hubungan rumah tangga anda, seringkali membuat anda dan pasangan saling menyalahkan. Bahkan mungkin usai perpisahan ini kekesalan yang masih tersimpan malah membuat anda dan pasangan enggan untuk bertegur sapa dilain waktu pada saat saling bertatap.

Namun bagaimanapun hal semacam ini tidak menyelesaikan permasalahan. Bahkan permasalahan yang lain dan konflik baru akan semakin bermunculan. Bila anda dan pasangan sudah memiliki buah hati maka korbannya adalah si kecil.

Untuk itulah, demi mendukung tumbuh kembang mental si kecil dengan baik usai perceraian kedua orangtuanya. Maka penting sekali untuk anda dan pasangan untuk mampu saling memaafkan. Bila anda tidak mampu melakukannya, setidaknya lakukan untuk buah hati anda yang masih membutuhkan peran kedua orangtuanya, baik ayahnya maupun ibunya.

Jangan Terburu Mengambil Langkah

Setelah perpisahan anda dengan pasangan dan anda mendapati mantan pasangan anda sudah menjalin kedekatan dengan wanita atau dengan pria lain. Maka tidak semestinya hal ini membuat anda menaruh curiga dan menimbulkan banyak spekulasi mengenai penyebab keretakan hubungan anda dengan pasangan.

Yang mana kemudian hal ini anda jadikan sebagai ajang kompetisi untuk menunjukan terhadap pasangan bahwa anda pun bisa menemukan pasangan dengan sama cepatnya dengan mantan pasangan anda.

Sebuah hubungan pernikahan bukanlah gurauan yang bisa anda putuskan kapan saja saat anda inginkan. Hal semacam ini bila anda lakukan maka mungkin akan beresiko mengalami kegagalan yang lebih rentan sebagaimana telah anda anda alami dengan pasangan.

Jangan pernah merasa tersaingi saat pasangan anda sudah menemukan tambatan hatinya yang baru. Bila rupanya ia sudah menemukan seseorang, maka itu adalah pilihan hidupnya yang perlu kita hormati dengan baik.

Tugas anda adalah menjadi ayah untuk anak-anak anda. Bukan memperjuangkan keinginan anda untuk diakui oleh mantan pasangan anda. Jadi demikian, perhatikan untuk tidak mengambil langkah yang keliru.

Dukung Mantan Pasangan

Memberikan dukungan terhadap mantan pasangan adalah hal yang mungkin perlu anda berikan. Karena dengan begini anda bisa menunjukan sisi kedewasaan dari diri anda. Hal ini pun bisa menjadi sinyal bahwa anda tidak memiliki dendam atau hubungan yang buruk usai perpisahan dengan mantan pasangan.

Tegaskan padanya bahwa anda hanya ingin menjadi sosok ayah yang baik untuk anak-anak anda. Tanpa menghalangi dan menjadi beban untuk mantan pasangan anda. Bentuk dukungan yang anda berikan pun bisa beragam, entah itu dukungan moril untuk mantan pasangan dalam mengambil keputusan didalam hidupnya. Atau mungkin dukungan lain untuk anak-anak anda.

Dukungan semacam ini akan mampu menjalin hubungan baik anda dan mantan pasangan meski anda tidak lagi bersama dengannya. Hal semacam ini akan baik untuk memupuk jalinan yang baik bersama dengan anak-anak anda.

Hindari Membandingkan Kehidupan Anda Saat Ini dengan Kehidupan Saat Bersama Pasangan

Bagaimanapun pengaruh dari perpisahan yang anda lakukan bersama dengan pasangan bisa menimbulkan perubahan yang besar terhadap kehidupan anda. Akan tetapi, membandingkan semua hal ini dengan kehidupan anda sebelumnya saat bersama dengan pasangan akan mungkin menjadi kendala yang membuat anda sulit menerima kenyataan ini.

Anda mungkin akan terus menerus terjebak dalam perasaan bersalahan dan kesepian yang mendalam. Hal inilah yang akan membuat anda kesulitan untuk dapat membuka hati dan pikiran anda untuk kehidupan yang anda jalani saat ini.

Untuk itu, hindari dan hentikan membanding-bandingkan kehidupan anda saat ini dengan kehidupan anda sebelumnya saat anda masih bersama dengan pasangan.

Buatlah Daftar

Tulislah semua hal baik yang telah anda lakukan bersama . Ingat, tidak satupun kebajikan tersebut lepas dari peranan anda. Untuk itu, rayakan hal-hal baik ini. Hal ini akan membantu anda untuk bisa menjadi sarana untuk memaafkan diri anda.

Selain itu, hal ini pun bisa dilakukan untuk menjadi sarana memaafkan pasangan. Karena bagaimanapun anda dan pasangan pernah menjalani hari-hari yang bahagia sampai anda dan pasangan menjadi "Anda" saat ini.

Prioritaskan Anak-Anak

Usai perpisahan memang tidak dipungkiri bahwa mungkin ada perasaan yang menganjal dan kekesalan yang besar terhadap pasangan. Akan tetapi, bila anda mengutamakan ego masing-masing maka mungkin hal ini bisa menghancurkan hubungan anda bersama dengan si kecil.

Bagaimanapun pihak yang dikorbankan dan paling dirugikan dari sebuah perceraian orangtua adalah anak-anaknya. Maka demikian, jangan sampai kebahagiaan si kecil direnggut dan membiarkan mereka tidak mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya hanya karena anda merasa gengsi untuk kembali menjalin hubungan baik dengan pasangan.

Hilangkan semua perasaan ini atau redam dengan perlahan. Fokuskan prioritas anda terhadap kebahagiaan si kecil bagaimanapun anda perlu mendampingi mereka. Dan upayakan meski anda dan pasangan berpisah. Ini tidak berarti membuat si kecil miskin dengan kasih sayang kedua orangtuanya.

Loading...

Loading...