Tips Cerdas Menghadapi Suami Pemarah dan Cerewet

Saat pertama berpacaran anda mungkin merasakan jika gejolak asmara yang anda rasakan bersama dengan pasangan terasa begitu menggebu dan bergejolak. Untuk itulah tidak heran jika anda merasa begitu yakin menjadikan pasangan sebagai suami dan teman yang akan menemani anda menghabiskan sisa umur di dunia ini. Hanya saja, banyak yang mengatakan jika setelah menikah gejolak asmara yang dirasakan bersama dengan pasangan tak lagi terasa kuat dan seindah dulu. Seiring dengan berjalannya usia pernikahan dan semakin lamanya hubungan yang anda jalin bersama dengan suami, kini rasanya kasih sayang, perhatian dan cinta yang diberikan oleh suami mungkin cenderung menurun dan seolah sulit sekali mendapatkan perhatian yang banyak dari suami. Hal ini mungkin saja terjadi, jika mengingat setelah menikah ada begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan masing-masing pasangan yang lebih berat dibandingkan hanya dengan berdiam diri dan mengumbar kasih sayang bersama dengan pasangannya.

 

Terutama dalam hal ini suami, peran suami dalam rumah tangga adalah sebagai pencari nafkah dan mengemban amanat untuk bisa menjamin kesejahteraan dalam rumah tangga. Karena tugas inilah yang pada akhirnya membuat suami menjadi lebih sibuk dan lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah untuk mencari nafkah. Memang menjadi hal yang wajar saat perhatian dan kasih sayang suami menjadi terbagi antara anda dengan pekerjaannya. Namun semua itu ia lakukan semata-mata demi menjaga dan memastikan jika semua anggota keluarga bisa terjamin kesejahteraannya. Hanya saja, selain kurangnya perhatian, semenjak sibuknya suami, kini emosinya menjadi lebih sensitif dan ia cenderung menjadi mudah tersinggung dan marah-marah.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat emosi suami menjadi lebih sensitif setelah menikah diantaranya karena tuntutan pekerjaan yang membuatnya sibuk dan lebih mungkin membuatnya stres, sehingga ketika kondisi yang tidak kondusif terjadi dirumah, amarahnya akan lebih mungkin cepat meledak. Hal yang lain adalah mungkin karena hal tersebut telah menjadi karakter dasar dari suami anda. Selama sang suami tidak berani main tangan dan amarahnya masih diambang batas. Hal ini masih bisa dikategorikan sebagai hal yang wajar. Namun, ketika amarah suami sudah berlebihan, maka mungkin terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang harus segera anda atasi.

Selain mudah marah, suami juga menjadi begitu cerewet sehingga membuat istri menjadi kesal menghadapinya dan menjadi serba salah. Cerewet memang menjadi sifat seorang wanita. Namun tidak sedikit istri diluar sana yang mengalami keluhan bahwa suami mereka begitu cerewet. Jika pasangan anda cenderung lebih suka mengomel dan mengeluh setiap saatnya, maka ini bisa menjadi hal yang mengindikasikan jika anda memiliki suami yang pemarah. Nah, jika anda mengalami suami yang pemarah, maka tidak ada salahnya anda berusaha untuk mengubahnya maksud dari tulisan ini adalah bagaimana belajar untuk menghadapi suami yang pemarah untuk bisa menciptakan kehidupan rumah tangga yang lebih aman dan lebih tenang bersama dengan suami tercinta. Lantas, seperti apa sih menghadapi seorang suami yan pemarah? Kita simak berikut ini.

Tips Cerdas Menghadapi Suami Pemarah dan Cerewet

1. Biarkan Ia Mengeluh dan Marah

Ketika suami mulai mengeluh dan amarahnya mulai menaik maka cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan membiarkannya melakukan apa yang ia mau, selama hal tersebut tidak menyakiti anda atau merugikan anda. Pria sering melepaskan kekesalannya dengan mengeluh atau mengomel tentang apa yang tidak dapat mereka rubah dalam hidupnya. Kadang-kadang penyebabnya di sulut tentang masalah pekerjaan, politik naisional, kadang pula mengenai hal-hal yang ia lihat di TV yang mendorong mereka menjadi emosi. Apapun itu, saat suami menjadi emosi, maka jangan pernah mencela atau mendukung kekesalannya. Bisa jadi amarah makin menjadi dan seolah didukung untuk menyulut kekesalannya. Apapun itu, maka biarkan terlebih dahulu hingga semua unek-unek yang ada pada suami terlampiaskan semuanya. Dan ketika suami anda menanyakan pendapat anda atau bertanya sesuatu, maka cukup anggukan kepala dan berikan tanggapan "hmmm" atau "Aku mengerti" Apabila anda mencoba merubah atau tidak setuju dengan anggapannya tersebut maka hal ini malah akan semakin memperburuk dan membuat suami anda semakin mengeluh. Jadi biarkan ia dengan kekesalannya dan emosinya sementara.

2. Tunggu Hingga Suami Tenang

Ketika terjadi masalah dengan anda dan suami yang menyulut emosi suami karena anggapan suami yang terus-terusan menegang atau karena hal lainnya. Maka tidak perlu melulu membuat semua masalah yang terjadi antara anda dan suami bisa terselesaikan detik itu juga. Amarah suami yang masih membara tentu saja bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Jadi tunggulah sementara sampai suami dan diri anda menjadi tenang. Setelah itu, baru selesaikan dengan hati dan pikiran yang lebih tenang. Dengan begini solusi dari permasalahan yang sedang anda hadapi bersama dengan suami akan didapat dengan segera.

3. Mencoba Untuk Memahami

Ketika amarah dan emosi suami tersulut dengan begitu membara, maka tidak bijak jika langsung berdiri dengan dada yang membusung dan tangan yang diletakkan dipinggang dan seolah akan melayani amarah suami yang begitu meledak. Hal ini tentu saja akan membuat suami merasa ditantang dan dilayani amarahnya. Saat suami meledak amarahnya, cobalah untuk memahami amarah suami, bisa jadi emosi yang tersulut tiba-tiba timbul bukan karena diri kita, melainkan disulut oleh orang lain yang membuatnya makin sensitif dan menyemburkan amarahnya pada istri. Tidak perlu mudah tersinggung dan diambil hati, cobalah untuk memahami mereka anggap saja suami sedang membutuhkan pelampiasan.

4. Ingatkan Pasangan Untuk Jangan Mudah Marah

Mengingatkan suami untuk menjaga emosinya dan agar tidak cepat meledak tentunya tidak boleh disampaikan pada saat emosinya sedang memuncak. Salah-salah, hal ini malah akan membuat suami menyalahkan anda dan berpikiran jika anda mencoba mengguruinya. Sampaikan nasihat ini saat suami sedang tenang dan saat ia sedang santai. Sambil mengobrol hangat bersama dengan suami, maka sampaikan nasihat bijak anda. Selain itu, pilihlah kata-kata yang lembut yang membuat suami mengerti dan mendapatkan maksud hati anda. Jangan sampai menyinggung perasaan suami dan membuatnya malah makin menjadi.

5. Mintalah Maaf Jika Sumber Masalahnya Ada di Diri Kita

Saat amarah suami tersulut karena penyebabnya adalah diri kita atau kekeliruan yang kita lakukan sehingga membuatnya kesal dan jengkel. Maka mintalah maaf padanya. Permintaan maaf yang tulus bisa anda sampaikan setelah suami merasa tenang dan lebih jernih pikirannya. Jika permintaan maaf anda tidak diterima dengan baik, bisa jadi suami anda masih marah dan emosi serta sifat egoismenya masih menjadi. Untuk itu, jangan putus asa untuk minta maaf. Cari waktu yang tepat saat suami sudah merasa tenang dan segeralah minta maaf setelah ia merasa lebih baik. Dengan begini suami akan mengetahui jika anda merasa menyesal dengan apa yang anda lakukan.

Demikian beberapa hal untuk dapat menghadapi suami pemarah dan cerewet. Semoga tips ini bermanfaat.

Loading...

Loading...

Popular Tags (2)