Tips Jadi Istri yang Pandai Mengelola Keuangan Tanpa Ribet

Setelah menikah, umumnya masing-masing individu yang terjalin dalam sebuah ikatan pernikahan akan dituntut untuk bisa memainkan perannya dengan baik. Seperti suami yang mencari nafkah dan istri yang mengelola rumah tangga sampai dengan mengenai masalah keuangan rumah tangga. Setiap suami tentu mendambakan memiliki istri yang terampil dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga sehingga penghasilan yang didapatkan oleh suami bisa menjadi berkah. Ya, dalam hal rumah tangga biasanya peran pencari nafkah dipegang oleh si suami dimana seorang istrilah yang bertanggung jawab mengelola keungan dalam rumah tangga. Dalam hal menjalankan peran dalam mengelola keuangan rumah tangga, para istri dituntut untuk dapat menjadikan tanggung jawab ini sebagai amanat yang bisa diemban dengan sebaik-baiknya. Hanya saja, sudah bukan rahasia umum jika seorang wanita gemar sekali dengan kegiatan belanja dan mempercantik dirinya. Kecenderungan senang belanja dan senang mempercantik diri inilah yang kemudian menuai dilematis yang cukup mendalam pada diri wanita. Disatu sisi mereka harus bisa mengelola keuangan dengan baik dan disisi lain mereka seringkali tergiur dengan kesenangan dan hobi yang bisa membuat mereka bahagia dan terhindar dari rasa jenuh yang mendera yakni hobi berbelanja.

 

Disinilah peran dan tanggung jawab anda sebagai seorang pengelola keungan akan diuji. Saat dihadapkan pada dilematis yangcukup berat ini, anda harus bisa memutuskan bagaimana memikirkan kesejahteraan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga dibandingkan dengan memuaskan keinginan anda pada hal yang sebenarnya kurang diperlukan. Memang benar jika mempercantik diri dengan membeli barang-barang mewah, baju bagus, lulur mahal dan lain sebagainya adalah usaha seorang istri untuk bisa memuaskan suami dengan tampil menarik untuk suami. Namun ada baiknya, jika anda bisa mempertimbangkannya dengan penghasilan dan keuangan dalam keluarga. Jangan sampai, penghasilan suami yang pas-pasan malah dipergunakan untuk sesuatu hal yang kurang diperlukan. Akan lebih baik dan lebih bijak jika anda bisa mengatur dan mengelola keungan dengan sebaik-baiknya yakni dengan mengutamakan kebutuhan keluarga dibandingkan dengan keinganan memuaskan diri sendiri.

Perilaku menghabiskan uang suami untuk hal-hal yang kurang diperlukan bisa termasuk ke dalam kategori boros. Jika anda lebih mengutamakan keinginan sendiri dibandingkan dengan kebutuhan keluarga, maka bisa jadi akhirnya lilitan hutanglah yang terjadi dengan keluarga. Selain kebutuhan keluarga tidak terpenuhi, hal ini juga akan membuat suami anda marah dan kecewa. Untuk itulah, menjadi istri yang jago dalam mengelola keuangan akan dapat mendatangkan manfaat dan kebaikan bukan hanya untuk anda, namun juga untuk kesejahteraan bersama dalam berkeluarga. Meski mengelola keuangan seringkali menjadi hal yang memusingkan dan menyulitkan, namun dengan tips berikut ini anda akan dapat mengetahui bagaimana tips yang baik menjadi seorang istri yang jago mengelola keuangan.

Tips Jadi Istri yang Pandai Mengelola Keuangan Tanpa Ribet

1. Kenali dengan Baik Antara Keinginan dan Kebutuhan

Mengelola keuangan yang baik yang pertama adalah dengan terlebih dahulu mengenali hal apa saja dalam keuluarga yang menjadi kebutuhan dan keingiann. Kebutuhan adalah sesuatau yang jika tidak dipenuhi maka akan menimbulkan madharat bagi semua anggota keluarga. Seperti misalkan beras, beras adalah makanan pokok sehari-hari yang merupakan bagian dari kebutuhan dalam rumah tangga, saat tak ada beras dirumah maka semua anggota keluarga tak akan bisa makan, ketika tak bisa makan maka mereka bisa jadi mengalami kelaparan. Sementara keingianan adalah hal yang jika tidak dipenuhi tidak akan dapat menimbulkan dampak yang merugikan untuk seseorang.

Dengan demikian, ketika anda dihadapkan pada keinginan, sementara keuangan dalam rumah tangga tidak mencukupi untuk memenuhinya, maka tidak akan jadi masalah jika keinginan tersbeut belum bisa dipenuhi dengan segera. Misalkan seperti ingin mobil atau ingin perhiasan. Dengan tidak menggunakan mobil atau perhiasan anda masih bisa melanjutkan hidup dan tidak akan kelaparan sebagaimana saat anda membutuhkan beras untuk makan. Jika anak atau suami anda memiliki keinginan dan keuangan keluarga belum mencukupi untuk menwujudkannya, maka berikan pengertian pada mereka jika keuangan keluarga belum memungkinkan untuk itu semua.

2.Kenali dengan Baik Keuangan Keluarga

Mengetahui dengan baik kondisi keuangan keluarga adalah hal yang penting yang mana hal ini akan menjadi tolak ukur seberapa jauh kemampuan ekonomi kita dalam menjangkau kebutuhan dan keinginan dalam keluarga. Kondisi keuangan keluarga akan menjadi tolak ukur seberapa besar kemampuan ekonomi keluarga untuk menjangkau dan memenuhi semua kebutuhan didalamnya. Ada baikya pos-pos pemasukan dan pengeluaran bisa ditulis, sehingga akan dapat terlihat keperluan apa saja yang harus dipenuhi dalam setiap bulannya. Dengan demikian, sewaktu anda mengalami kehabisan uang dan suami menanyakan alokasi uang tersebut, maka tidak ada salahnya sebagai bukti yang kuat anda bisa menunjukan bukti ini pada suami.

3. Menyusun Rencana Keuangan Bulanan

Setelah mengetahui keadaan keuangan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan menyusun rencana keuangan untuk periode satu bulan kedepan. Upayakan untuk bisa mengalokasikan penghasilan atau pemasukan keuangan agar bisa menjangkau semua kebutuhan bulanan. Selain itu, jika masih ada uang yang tersisia jangan langsung dibelanjakan atau dibelikan pada sesuatu yang tidak penting. Anggarkan keungan tersebut untuk sesuatu hal yang tidak terduga dimana anda harus megeluarkan biaya untuknya. Seperti misalkan angaran kesehatan jika sewaktu-waktu salah satu anggota keluarga sakit. 

4. Minimalkan Belanja Konsumtif

Pola belanja yang konsumtif seringkali menjadi virus yang menghancurkan rencana keuangan yang telah disusun dengan begitu matang. Impulse buying adalah keinginan yang datang tiba-tiba ketika seseorang melihat sebuah barang atau produk yang terlihat menarik atau menyenangkan. Biasanya hal ini terjadi ketika ada diskon atau potongan harga pada beberapa item dari brand ternama dan jarang memberikan potongan harga. Melihat potongan harga yang diberlakukan pada item tersebut biasanya akan membuat wanita seringkali tergoda dan akhirnya secara disengaja atau tidak disengaja mereka akan dengan mudah tergoda. Nah, untuk mengantisipasi hal ini terjadi, maka buatlah terlebih dahulu daftar atau list belanja mengenai kebutuhan rumah tangga yang akan anda beli. Setelah anda mendapatkan semuanya, maka segeralah pergi ke kashir untuk membayar. Palingkan mata anda dari booth tas, sepatu terutama fashion dan segeralah bergegas pulang.

5. Menabung

Saat semua kebutuhan rumah tangga terpenuhi dengan baik dan masih terdapat sisia, maka tidak ada salahnya masukan uang tersebut untuk ditabung dan disimpan. Menabung dapat dijadikan sebagai anggaran keuangan untuk masa depan. Dimana nantinya jika jumlah keuangan sudah memadai anda bisa mempergunakannya jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak terduga.

Demikian beberapa tips cerdas bagaimana menjadi seorang istri yang jago mengelola keuangan. Keuangan yang dikelola dengan baik akan dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga dan hal ini tentu saja akan dapat menunjang kesejahteraan keluarga dan membuat keluarga semakin harmonis.

Loading...

Loading...