Bulan suci Ramadhan adalah bulan dimana seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari. Diantara waktu tersebut, kurang lebih selama 14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman.

Kondisi semacam ini tentu berbeda dengan hari-hari biasa dimana seseorang akan bebas menyantap makan dan minum sebagaimana dengan umat yang lain. Nah, terbatasnya waktu makan dan minum seringkali membuat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi dan nutrisi sebagaimana mestinya.

Baca Juga:

Hal inilah yang juga bisa menjadi pemicu rasa lemas dan lemah selama menjalankan ibadah puasa. Namun demikian, hal ini tidak berarti membuat ibadah puasa adalah halangan untuk anda tetap merasa bugar. Salah satunya, selain memperhatikan asupan gizi yang seimbang kedalam tubuh. Olaharapun penting dilakukan selama puasa.

Mendengar hal ini anda mungkin akan terheran bagaimana bisa tenaga yang seadanya saat puasa digunakan untuk olahraga? Yang ada mungkin haus menjadi semakin parah dan lemas menjadi tak terhindarkan. Numun tak perlu khawatir ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk anda yang tetap ingin bugar selama puasa dengan terus melakukan olahraga. Ingin tahu seperti apa? Mari simak dibawah ini informasinya.

Perhatikan Waktu Olahrga

Hal penting pertama yang perlu anda perhatikan dengan baik pada saat hendak melakukan olahraga selama puasa adalah waktu berolahraga. Menjaga agar ibadah puasa anda tetap lancar dan tidak terkendala dengan rasa lelah setelah berolahraga. Maka anda akan sangat disarankan untuk tidak berolahraga pada saat berpuasa.

Sebagaimana dilansir dari thenational dan islamicity, mengungkapkan bahwa bagi mereka yang menjalani ibadah puasa, berolahraga sebaiknya tidak dilakukan pada waktu puasa. Sebab dalam kondisi ini perut sedang dalam keadaan kosong. Memaksakan berolahraga bisa mungkin membuat gangguan dan keluhan kesehatan seperti dehidrasi dan mual akan mudah terjadi.

Adapun waktu terbaik yang dianjurkan bagi seorang muslim yang tetap ingin merasa bugar selama puasa adalah olahraga akan dapat dilakukan pada saat setelah berbuka puasa. Sebab pada saat ini tubuh sudah mendapatkan kembali energi dan tenaganya kembali dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Akan tetapi, adapula para ahli lain yang menyatakan bahwa waktu olahraga yang baik dilakukan pada saat menjelang berbuka puasa. Hal ini sebagaimana mengutip dari laman Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa normalnya olahraga baik dilakukan selama kurang lebih 30 sampai dengan 1 jam menjelang berbuka puasa. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada saat ini mendekati waktu makan.

Kemampuan tiap individu berbeda-beda. Ada orang yang mampu melakukan olahraga ketika mereka berpuasa. Dan ada pula mereka yang tidak mampu melakukannya. Hal ini akan bergantung pada bagaimana kebiasaan mereka melakukannya. Tidak ada masalah dengan pembagian waktu yang satu ini yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga tubuh anda tidak merasa lemas atau pusing atau bahkan dalam kondisi terburuk hal ini dapat menyebabkan seseorang pingsan.

Jadi demikian, sebelum berolahraga ada baiknya bila anda terlebih dahulu mengenali tubuh anda. Jangan paksakan untuk berolahraga bila memang anda sudah merasa terlalu lelah atau terlalu lemas dengan puasa yang anda jalani. Yang utama adalah dahulukan ibadah puasa anda. Jangan sampai, olahraga memberikan anda beban yang besar untuk ibadah yang sedang anda jalankan.

Perhatikan Durasi Berolahraga

Selain memperhatikan kapan waktu terbaik untuk berolahraga. Hal penting yang tak kalah perlu untuk anda perhatikan dengan baik adalah durasi anda selama melakukan olahraga. Berbeda dengan rutinitas olahraga pada waktu biasanya, selama puasa mungkin anda perlu mengurangi durasi anda berolahraga.

Memang benar bahwa olahraga yang maksimal akan memberikan tubuh rasa nyaman. Selain itu, tubuh pun akan tentu terasa lebih bugar sehingga rutinitas yang dijalani akan terasa semakin fit dan anda pun cenderung selalu siap melakukan segala aktivitas meski dengan perut yang kosong.

Akan tetapi, dipungkiri atau tidak olahraga yang dilakukan secara berlebihan selama puasa akan tentu menguras banyak tenaga. Sementara sejumlah tenaga yang anda dapatkan jumlahnya terbatas sebab waktu makan yang dibatasi.

Nah, jangan jadikan hal ini sebagai beban untuk anda dalam menjalankan ibadah puasa. Karena olahraga yang baik bukan dilihat dari seberapa lama waktu anda dihabiskan di tempat olahraga. Namun sikap konsisten dan rajin dalam melakukannya akan senantiasa menjadi kunci kebugaran anda selama puasa ini.

Banyak Minum

Dehidrasi adalah hal yang paling umum terjadi selama puasa. Sebab di tanah air sendiri, puasa biasanya selalu bertepatan dengan musim panas. Apalagi ditambah dengan olahraga maka mungkin hal ini akan dapat membuat dampak dari dehidrasi terasa semakin nyata. Adapun gejala dari dehidrasi yang mungkin dirasakan diantaranya adalah pusing, lemas, mual, kepala terasa berat dan yang paling parah dehidrasi akan mungkin menyebabkan diare.

Nah, untuk itulah maka perhatikan dengan baik masalah ini agar jangan sampai masalah dehidrasi menghalangi ibadah puasa anda. Apalagi bagi anda yang senantiasa melakukan olahraga selama bulan puasa. Maka mencukupi kebutuhan cairan didalam tubuh menjadi hal penting yang perlu untuk anda perhatikan dengan baik.

Adapun asupan cairan yang disarankan adalah sebanyak 1.5 sampai dengan 2 liter untuk setiap harinya. Selain itu, anda pun dianjurkan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari. Sebab ketika cuaca diluaran panas maka hal ini akan membuat dampak dari dehidrasi menjadi semakin nyata.

Ketika berolahraga, tubuh kehilangan cairan bersama dengan keringat yang anda hasilkan selama melakukan aktivitas fisik ketika berolahraga. Nah, bila perlu penuhi kebutuhan carian dengan mengasup minuman isotonik kedalam tubuh.

Memperhatikan Asupan Makanan yang Diperlukan

Ibadah puasa yang dijalankan pada umumnya membuat waktu makan seseorang menjadi terbatas. Pada waktu ini, waktu makan hanya terdapat dua kali, yakni pada saat berbuka puasa dan satu lagi adalah pada saat santap sahur. Keterbatasan waktu makan inilah yang terkadang membuat seseorang sulit memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi didalam tubuhnya.

Bukan hanya jenis makanan sehat yang berkurang selama bulan puasa. Namun porsi makan pun bisa mungkin berubah selama menjalani ibadah puasa. Bisa jadi seseorang yang menjalani ibadah puasa mengalami penambahan porsi makan karena rasa lapar yang tak tertahankan.

Sementara itu, adapula sebagian yang mengalami penurunan porsi makan sebab nafsu makan yang terbatas selama puasa.

Puasa atau tidak, tubuh tetap membutuhkan sejumlah vitamin dan nutrisi seperti protein, lemak, mineral dan masih banyak lagi. Kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan dapat membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.

Apalagi dalam hal ini, karbohidrat mengambil peranan penting sebagai pembentuk energi didalam tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan glukosa pada darah yang menurun ketika seseorang berpuasa. Mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks dan kaya akan serat dengan indeks glikemik yang rendah akan sangat membant5u melepaskan energi dengan perlahan sehingga energi didalam tubuh menjadi tidak mudah habis.

Sementara itu, mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi pada saat puasa guna memaksimalkan cadangan glikogen dan otot yang kemudian membuat anda mengkonsumsi banyak makanan berlemak tinggi pada saat sahur. Hal ini akan mungkin memperlambat saluran pencernaan sehingga membuat perut tidak cepat kosong. Hal inilah adalah strategi yang baik dalam mensiasati agar perut tidak mudah lapar selama menjalani ibadah puasa.

Selain dengan karbohidrat, protein pun menjadi zat yang penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi demikian, pertimbangkan dengan baik untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang tinggi dengan protein. Beberapa makanan tersebut diantaranya adalah daging, telur, ikan dan masih banyak lagi.

Perhatikan dengan Baik Durasi Tidur

Selain dengan mengasup tubuh dengan aneka makanan dan minuman sehat serta olahraga. Cara penting lain yang perlu untuk anda perhatikan dengan baik adalah waktu tidur. Seseorang yang mendapatkan waktu tidur yang cukup akan senantiasa bermanfaat dengan baik. Salah satunya adalah memberikan rasa fit dan bugar pada tubuh.

Adapun waktu tidur yang normal untuk orang dewasa adalah 7 sampai dengan 9 jam setiap harinya. Waktu tidur yang kurang akan dapat mempengaruhi kinerja dari si tubuh itu sendiri. Bisa mungkin hal ini membuat seseorang bermasalah dengan kesehatannya.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada saat tidur, organ didalam tubuh kita ini bekerja untuk memerangi masalah. Termasuk dengan mengembalikan kekencangan kulit. Dengan kata lain mereka yang senantiasa mendapatkan waktu tidur yang cukup adalah mereka yang beruntung sebab tampilan mereka sama seperti anak remaja dan awet muda.

Untuk itulah, perhatikan masalah tidur yang cukup dan jangan pernah menyelepekan masalah ini didalam hidup anda. Usahakan mendapatkan waktu tidur yang cukup dan jangan tunda waktu tidur di malam hari hanya karena tontonan atau hal-hal yang mengalihkan perhatian anda untuk tetap terjaga sepanjang malam.

Mengetahui Jenis Olahraga yang Sehat Selama Puasa

Olahraga memang tetap dapat dilakukan selama puasa. Akan tetapi, untuk memperhatikan dengan baik agar ibadah puasa yang anda jalani tetap merasa nyaman. Maka tentukan jenis olahraga apa saja yang bisa dilakukan selama puasa.

Informasi semacam ini menjadi hal penting yang perlu anda perhatikan dengan baik. Sebab mengetahui jenis olahraga ini akan menghindarkan anda dari kekeliruan melakukan segala jenis olahraga sebagaimana yang anda lakukan pada saat hari-hari biasa. Lantas apa sajakah jenis olahraga yang sehat selama puasa tersebut? Mari simak dibawah ini informasinya.

Joging

Jogging atau berlari-lari kecil akan dapat menjadi jenis pilihan olahraga pertama yang bisa anda lakukan selama menjalankan ibadah puasa. Tidak perlu melulu harus menggunakan mesin treadmill dengan pergi ke gym. Jogging akan tentu dapat anda lakukan dengan baik di rumah. Cukup hanya mempersiapkan mental dan fisik yang kuat maka tentunya olahraga yang satu ini akan sangat bermanfaat untuk anda.

Tak perlu repot-repot melakukan banyak sprint pada saat melakukan olahraga selama bulan puasa. Cukup dengan lari-lari kecil maka tentunya anda akan dapat merasa nyaman dan keringat pun keluar.

Selain itu, penting diperhatikan dengan baik bahwa ketika anda sudah merasa lelah. Maka jangan paksakan diri anda dan segeralah beristirahat. Utamakan ibadah shaum atau puasa anda dengan baik. Agar jangan sampai kegiatan berolahraga sampai merusak ibadah puasa yang anda jalani.

Bersepeda

Bersepeda termasuk kedalam latihan karidiovaskular yang baik untuk dilakukan. Nah, selama bulan puasa anda akan dapat menjadikan olahraga yang satu ini sebagai pilihan yang baik untuk dilakukan. Bila anda memang enggan untuk bersepeda secara langsung di rumah. Maka anda bisa memanfaatkan sepeda static di gym supaya terasa lebih nyaman.

Sama halnya seperti olahraga diatas, selama puasa sebaiknya kurangi intensitas berolahraga yang satu ini selama 15 atau 20 menit lebih singkat. Tujuannya tentu saja dilakukan untuk menjaga agar anda tidak terlalu kelelahan pada saat melakukan olahraga yang satu ini.

Manfaat dari olahraga yang satu ini bukan hanya baik untuk badan. Namun bersepeda akan sangat baik untuk menghasilkan lebih banyak hormon endorfin didalam tubuh. Yang mana hormon ini membuat kita besemangat. Olahraga yang satu ini disarankan dilakukan sebelum atau sesudah sahur.

Yoga

Berolahraga selama puasa tak berarti harus selalu melakukan pergerakan yang aktif yang menghasilkan banyak keringat. Sebab olahraga dengan tehnik pernapasan seperti yoga pun akan baik untuk menjaga kebugaran tubuh selama puasa. Beberapa tehnik yang ada pada yoga umumnya banyak melatif pernapasan dan kemampuan untuk senantiasa berfokus pada banyak hal didalam hidup ini.

Nah, biasanya puasa seringkali membuat kita kehilangan banyak fokus sebab rasa kantuk yang belebihan dan rasa lemah dalam tubuh. Kondisi semacam ini seringkali membuat kita susah untuk bisa konsentrasi.

Namun dengan melakukan yoga maka manfaat yang baik dari olahraga yang satu ini akan tentu bisa anda dapatkan. Bukan hanya itu, manfaat lain dari olahraga yang satu ini adalah yoga akan mampu mempercepat proses detoksifikasi didalam tubuh. Bukan hanya itu, tehnik pernapasan pada yoga baik sekali untuk menambah suplay oksigen kedalma tubuh. Yang mana tentunya hal ini pun akan dapat membantu menyeimbangkan produksi hormon dengan lebih baik.

Stretching

Pergerakan yang umumnya dilakukan pada pemanasan ini akan sangat bermanfaat dengan baik untuk kesehatan tubuh kita. Stretshing adalah salah satu alternatif yang baik yang akan tentu memberikan kebugaran terhadap tubuh kita. Makanya hal ini akan dapat menjadi pilihan jenis olahraga yang baik yang bisa anda lakukan selama puasa.

Tidak perlu pergerakan yang sulit dan memakan banyak waktu. Cukup lakukan stretching selama 10 menit saja setiap hari maka manfaat tubuh yang bugar akan tentu bisa anda rasakan. Gerakan yang ada pada stretching cukup mudah dan tentunya bisa dilakukan di rumah.

Beberapa pergerakan tersebut diantaranya adalah push-up, sit-up, plank dan masih banyak lagi. Pergerakan semacam ini akan sangat bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah didalam tubuh. Selain itu, kegiatan yang satu ini akan tentu mampu melatih kekuatan otot dengan lebih baik.

Aerobik

Jenis olahraga terakhir yang akan dapat anda lakukan bersama dengan keluarga di rumah selama puasa adalah aerobik. Pergerakan pada aerobik bisa anda sesuaikan dengan kemampuan anda. Bila untuk pertama kalinya anda berolahraga maka lakukan pergerakan yang ringan dengan ketukan yang santai.

Tidak perlu melompat dan bersorak pada saat untuk pertama kalinya anda melakukan olahraga yang satu ini. Cukup hanya dengan gerakan yang santai dan lakukan dengan rutin setiap hari maka dijamin tubuh akan terasa lebih bugar dan segar meski menjalani ibadah puasa.

Loading...

Loading...